JST – NEWS – Laporan Khusus From All Nuklir “Merebak” Satu Aja Kalo Jatoh Di INA ? WAH . . . *Harta, Tahta, Jabatan Semua AMSYONG BLOM Kembali MODAL MONO POLI (24/1/2026)
Para ilmuwan telah mendeteksi jejak aktivitas nuklir di Laut Filipina Barat. Mak-emak yang tadinya bersolek, ber-dan dan. Mungkin sudah urungi tak kunjung lagi pose-pose kegenitan ditingkat dunia #hampir musnah ditangan manusia itu sendiri.
Mereka menemukan kadar zat radioaktif yang disebut yodium-129 yang lebih tinggi dalam sampel air laut dari daerah ini.
Setelah menguji 119 sampel dari berbagai bagian perairan Filipina, mereka menemukan bahwa kadar yodium-129 di Laut Filipina Barat 1,5 hingga 1,7 kali lebih tinggi daripada di wilayah sekitarnya.
Isotop ini hampir selalu dihasilkan oleh aktivitas nuklir manusia (seperti reaktor nuklir atau uji senjata lama), sehingga berfungsi sebagai tanda yang jelas dari proses yang terkait dengan nuklir.
Kemungkinan besar, arus laut membawanya dari wilayah Laut Kuning dekat Tiongkok.
Di sana, pabrik pengolahan ulang bahan bakar nuklir dan kontaminasi sisa dari uji coba nuklir era Perang Dingin mungkin melepaskannya ke sungai dan laut, dan zat tersebut menempuh jarak ratusan mil hingga mencapai perairan Filipina.
Kabar baiknya: kadar zat tersebut sangat rendah dan tidak menimbulkan bahaya bagi manusia, ikan, atau lingkungan.
Penemuan ini menunjukkan betapa terhubungnya lautan kita dan mengapa negara-negara perlu bekerja sama untuk memantau dan melindunginya. Ini juga merupakan contoh bagus dari pekerjaan ilmiah penting yang dilakukan di Filipina.
[“Ilmuwan Filipina Mendeteksi Jejak Nuklir yang Terdampar di Laut Filipina Barat.” Advocates Philippines, 2025]
Di Indonesia status WASPADA PERANG DUNIA KE III
Sumatera, 24 Januari 2026













Leave a Reply