Rakyat Semut : Kritik Gelombang Kemarahan Terhadap DPR RI dan DPRD menolak tajam “Tolak Kenaikan Gaji Dan Sebagainya.”

Sumatera JST-NEWS | Rakyat Semut – Sumatera : Prosesi Kalian DPR & DPRD yang menuntut naik gaji dsbnya, Kini Rakyat Indonesia “Telah Selektif Terhadap Perkembangan Mentalitas Kebijakan Salah, Merebak Sikap Suara Rakyat Indonesia Bersatu Hancurkan Nilai Ketamakan – Itu Semua atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa membuka tabir kalian”(31/8/2025)
tim redaksi jauh-jauh hari telah mengingatkan bahwa musuh dunia dalam manusia yaitu manusia itu sendiri, bilamana miliki attitude kridible kinerja gak’ perlu lagi berdalih dengan semua masyarakat di Indonesia.(Li)
kami semua atas nama dasar kerakyatan yang dipimpin dalam hikmah kebijaksanaan dan perwakilan, bukan berarti semua para petisi tinggi di permukaan jabatan DPR ataupun DPRD “tidak dapat sirna sesaat tanpa dijatuhkan oleh rakyat atas nama Indonesia “kami semua berdiri”(intan78.jj@gmail), tungkaskan.
jangan membalik perkataan dalam etika ketamakan semua, bahwa harta – tahta – jabatan – dapat sirna seketika bilamana “Tuhan Yang Maha Esa”, gubris dalam alenia pertama terbit di Pancasila tak didapatkan dalam pengamalan dan penghayatan tingkat konduite baik dan benar.
pikiran kalian kemana para DPR RI ? dengkul atos atau kebobrokan akan nilai akhlakul karimah yang menggerus suara rakyat di “diemkan”, itu sebabnya tindakan diluar nalar, diluar pemikir-pemikir canggih pun bisa gelisah lihat aksi dimana-mana timbul tak ada sekali yang mengamankan kesejahteraan kelompok kalian semua dalam kepentingan prosedural dijadikan “petaka derita yang dialami kami semua”.
apa penyebabnya? ini mungkin desain otak “Allah SWT, bilamana terkhendaki atas rahmat masuk ke cerahnya Indonesia, walaupun kami kecil sebagai rakyat semut bisa meretas masuk untuk kinerja yang tak dipikirkan sejengkal saja tak peduli terhadap seluruh kemaslahatan masyarakat di Indonesia.
mengingat terdalam kisah anak seorang TNI yang dibunuh keji oleh beberapa rekannya sejawat akhirnya bisa di hukum mati kan, itu sebabnya orangtua adalah besar kiprah mendedikasi kita semua sebagai rakyat. kenapa sebagai pejabat terus kanca kan kesalahan kok…!!! di perlihatkan di muka publik.
oleh karena itu, TNI DAN POLRI saatnya tak melindungi kebijakan salah para petinggi siapapun di suatu bangsa dan negara dirusak dari aturan dan kecepatan naikan gaji pokok para pejabat, dsbnya. kini “rakyat pun bisa menduduki kerja seperti kalian lho???”
bisa kan berbuat anarkis karena semua tumpah darah merah itu berdasarkan nilai jiwa yang telah di injak. sekalipun siapapun tak sanggup membendung aksi kemarahan sebagai “warga negara indonesia”.
cek data di E-KTP coba sedikit lihat saja, apa kalimat terpatri disitu “Kartu Tanda Penduduk – Warga Negara Indonesia” ini jadi bersatu penuh semut-semut kecil buat senut kalian semua para petinggi. (dan, bisa jadi dihapuskan kembali pada kodratullah : gaji tak dapat dinaikan – yang bisa melainkan pendapat tim redaksi berusul saran “memakai sistem obligasi anggaran daerah saja sesuai UMP/UMR masing-masing wilayah sudah cukup signifikan baik).
contoh di Jakarta terbit gaji (pokok) pembiayaan sebesar (- 5 juta sekian) berarti DPR RI atau DPRD pun gaji nya cukup segitu saja pak/ibu sang pejabat memolah mindset peradilan untutk kesejahteraan rakyat. Agar, bisa berpikir itu para cendikia berilmu pendidikan meraih bekerja di instansi publik. akankah Presiden RI – memangkas sesuai qodho dan qadar nya menempatkan perekonomian di Indonesia dapat selamat, tentunya bisa kah? . . .
pejabat menjabat jangan merasa hebat, semua seluruh media di nasional maupun mancanegara “bergerumun lihat aksi dari rakat Indonesia : tersakiti karena ulah pelaku-pelaku koruptor dipertahankan atau dilakukan pembiaran bahkan pembiasan diberbagai media “untuk bekal validasi”, akhirnya mupeng didapat penjarahan dimana-mana terjadi tanpa batas tanpa mengenal lelah “kemiskinan tak dijadikan cemohan, hinaan, dsbnya”.
arsip di beberapa DPRD kantor dibakar disejumlah daerah, tepat akan tetapi kearsipan tetap terjaga serta terakses “tanpa merusak dalih-dalih dibakar rakyat semua”. itu juga telah terprogram struktur tak ada alih-alih dalih ngeles sebagainya”.
itu kesalahan atas bekal kinerja staff daerah dsbnya tak menjadi kesatuan dalam rakyat memohon ini-itu di patri para petinggi “diam – atau pengalihan pengkondisian etika dsbnya dipermainkan”. Rakyat Indonesia : mampu kan!!!
gerah – hukum rakyat, panas membara kobaran jiwa suara rakyat dari anak sekolah mahasiswa/i, bahkan pekerja paruh waktu tak kunjung ada finansial distribusi lapangan pekerjaan dstnya. dibuat dalih-dalih keluarga saja yang bisa duduk di kursi pemerintahan daerah dan pusat (bahkan, adanya titip – menitip sebuah kewenangan yang tak mengindahkan tugas kinerja rakyat “yang telah lelah”, dari sikap peradaban pelaku petinggi di pemerintah “tamak/sombong menterengkan nilai harta diumpat-umpatkan tanpa lihat kondisi sebenarnya rakyat butuh apa”?
jadilah manusia berguna untuk manusia lainnya, karena jin – syaithon, bukan dari penyesatan keadaan manusia. tapi musuh manusia adalah manusia itu sendiri, bukan sejenis mahluk yang diciptakan sang pencipta untuk musushi kita sebagai warga neagara Indonesia.
demikian sebuah publikasi ini disiarkan untuk menyadari satu asa sama lainnya, lebih peduli kebijakan yang mengatur nilai kesamaan dalam bentukan. karena membentuk itu lebih mulia terindah dan damai bagi keseluruhan masyarakat nasional dan internasional bisa hidup tenang – bahagia – sejahtera, bukan karena nilai korupsi kalian makan dan minum akhirnya petaka dikehidupan kedepannya.
Red@Sumber-Info.Intan.jj/Jakarta & Sekitarnya/31/8/2025/JST-NEWS
Catatan :
Bangsa dan Negara Indonesia – Tersusun serta ada karena ada atas nama RAKYAT INDONESIA BERSATU!
